SMA

Daar el-Salam

SMA Daar El Salam merasa terhormat saat mengoptimalkan segenap kapabilitasnya dalam melayani pendidikan seluruh peserta didiknya, karena itu Sekolah Daar el-Salam kembali membuka pintu untuk menyambut kedatangan siapapun yang akan belajar di dalamnya.

Regulasi Pendidikan inklusi SMA DAAR EL SALAM (SMADES)

Semua regulasi ini menjadi landasan seluruh sekolah atau satuan pendidikan memenuhi hak belajar seluruh peserta didik, termasuk peserta didik Gifted dan Talented dan serta disabilitas. Regulasi ini menunjuk tegaskan bahwa sekolah inklusi merupakan bentuk mutakhir dari sekolah berkualitas.

Penyelanggaraan Pendidikan Inklusi SMA DAAR EL SALAM

  • Goals: SMA Daar el-Salam selama 3 tahun fokus pada proses pendidikan yang siap meluluskan peserta didik tangguh dalam menghadapi era disruptif yaitu era industry 4.0 dan society 5.0, mereka tetap dalam aqidah shahihah, fiqh yang moderat, dan memiliki engagement dengan kajian-kajian ilmu dunia internasional, dimana hal tersebut menjadi bekal prasyarat (prerequisite) dalam meraih prestasi di universitas dalam dan luar negeri dan menerapkan keshalihan kolektif di lingkungan sosial.

    Langkah SMA Daar el-Salam dalam meraih goals yang ditetapkan adalah mewujudkan tiga komponen utama dalam sekolah inklusi, bahkan komponen tersebut merupakan faktor yang menentukan kualitas sebuah sekolah. Adapun tiga komponen utama itu adalah:
    Sistem Penddidikan Inklusi Daar el-Salam
    • Konseptual [Kurikulum, Kolaborasi, Compre-Assessment & Intervensi Multi-Tiers, DI, PBDU, Diversitas]
      • Kurikulum yang digunakan oleh SMA Daar El Salam adalah kurikulum Nasional yang dibasiskan pada subject matter serta berpusat pada peserta didik, lalu kurikulum diperkaya dengan society-based problem dan emerging technologies based. Proses pengayaan (enrichment) juga dilakukan pada Pendidikan Agama Islam, subject metter telah melalui verifikasi dan validasi sesuai dengan landasan Al-Quran dan As-Sunnah. Kolaborasi merupakan keniscayaan bagi sekolah inklusi, SMA Daar El Salam telah mencapai fase kolaborasi tuntas (multi-inter-trans disipliner), ketuntasan dalam fase kolaborasi dicapai dengan perjuangan yang pantang menyerah dari segenap civitas akademika SMA Daar El Salam. Compre Assessment dan Intervensi multi-tiers dilaksanakan untuk mengenali karakter pendidik dari dimensi akademik dan non akademik, sekaligus merancang pembelajaran yang mengoptimalkan seluruh potensi peserta didik. Differentiated Instruction (DI) atau Pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan SMA Daar El Salam adalah Pembelajaran untuk peserta didik dengan mempertimbangkan preferensi, modalitas, dan needs berdasarkan asesmen, sekaligus memfasilitasi seluruh peserta didik yang memiliki diversitas dalam pembelajaran di kelas. PBDU (pembelajaran berbasis desain universal) Memastikan aksesibilitas belajar bagi seluruh peserta didik, termasuk PDBK dengan multi-ways pembel ajaran, engagement peserta didik, dan cara peserta didik menunjukkan pemahamanya terhadap materi.
      • Diverstas peserta didik, SMA Daar El Salam memberikan pelayanan pendidikan untuk seluruh peserta didik, termasuk peserta didik dengan gifted dan talented, serta disabilitas dengan klasifikasi: Autism Deaf-blindness Deafness Developmental delay (DD) Emotional disturbance (ED) Hearing impairment Intellectual disability Multiple disabilities (MDS) Orthopedic impairment Other health impairment (OHI) Specific learning disability (SLD) Speech or language impairment Traumatic brain injury (TBI) Visual impairment, including blindness.
    • Human Capital Human capital yang menunjang pembelajaran bermutu untuk peserta didik yang memiliki diversitas di SMA Daar El Salam, human capital di SMA Daar El Salam memiliki latar belakang sarjana dan pascasarajana Pendidikan (S2-S3). Bidang keahlian yang dimiliki meliputi: Pengkaji Fiqh Mazhab, Pentashih Al-Quran, sarjana hadits, pedagogi inklusif, psikologi, teknologi asistif, IoT, Hybrid, Blended, Flipped Learning Support, Asesment akademik dan non akademik, intervensi educational dan intervensi non educational, medical treatment. Secara umum human capital di Sekolah Daar El Salam memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif/berkualitas.
    • Resources [SNC, SHC, Internet High Speed – LMS, Lib offline-Online, Lab-Virtual Lab]
      • SNC merupakan unit pendukung (supporting) untuk tersedianya pelayanan multi-tiers dalam asesmen maupun intervensi untuk seluruh peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK), pendidik terdiri dari: psikolog, terapis, dan paraeducator.
      • SHC berfungsi untuk memberikan layanan medis (medical treatment) kepada seluruh peserta didik, berupa: penyuluhan hidup sehat, pemeriksaan Kesehatan, dan perawatan gigi dan gusi, serta menyediakan konsultasi psikologi untuk keluarga dan kesahatan mental peserta didik.
      • Internet dengan kecepatan yang tinggi sebagai penunjang yang penting dalam menyajikan proses belajar dengan desain LMS (Hybrid, Blended, Flipped Learning Support) yang inklusif untuk seluruh peserta didik. SMA Daar El Salam menyediakan layanan LMS untuk mendukung pembelajaran daring agar tetap optimal dalam seting kelas maupun luar kelas.
      • Perpustakaan offline dan online, SMA Daar El Salam memiliki koleksi 17 ribu buku dengan beragam klasifikasi bidang keilmuan untuk meningkatkan daya literasi pendidik dan peserta didik dan tersedia pula beragam buku digital untuk memperkaya literatur peserta didik dan pendidik.
      • Laboratorium dan Virtual Lab, Laboratorium komputer, Bahasa, Sains, serta virtual lab digunakan untuk menciptakan budaya riset dan melatih keterampilan sains seluruh peserta didik.

Program Kesehatan

Program dimana berisikan kegiatan outdoor dan olahraga anak-anak bersama dengan guru-guru diperuntukkan untuk mengikat rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar keluarga besar SMA Daar El Salam.

Kegiatan ini diberikan tanggung jawab ke Pembelajaran PJOK, seperti halnya futsal, basket dan senam bersama, serta badminton.

PROGRAM SEKOLAH

  • MPLS

    Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah periode penting bagi murid baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. MPLS bertujuan memperkenalkan murid pada budaya, norma, dan tata tertib sekolah, serta membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru. Namun, untuk mencapai tujuan ini, penting bagi sekolah untuk memastikan bahwa MPLS dilaksanakan dengan cara yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak.

    Tujuan utama MPLS adalah membantu murid mengenal lingkungan sekolah, membiasakan diri dengan jadwal dan kegiatan sekolah, serta mengenal guru dan staf. Selain itu, MPLS juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial murid, seperti kerjasama, komunikasi, dan kepemimpinan.


  • LDKS DAN PERJUSA

    Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) merupakan kegiatan tahunan yang bertolak ukur pada peningkatan sumber daya murid untuk mendalami dan memahami konsep atau dasar sebuah organisasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memahami kepemimpinan serta membentuk kepribadian para peserta didik supaya menjadi murid yang hebat dan bertanggung jawab. Hal itulah yang menjadi landasan SMA Daar El Salam melaksanakan LDKS pada 6 – 8 Oktober 2023 di Villa Saung Paniisan Puncak Bogor, dengan mengusung tema “Level up yourself to be a great leader”


  • PEKAN KARAKTER

    Karakter adalah perwujudan dari kebiasaan-kebiasaan berperilaku baik dalam keseharian yang meliputi watak terpuji, akhlak mulia, sikap mental dan budi pekerti yang luhur. Oleh karena itu penting bagi kita untuk membuat generasi muda memiliki karakter yang mampu memimpin di masa depan dengan ahlak yang mulia. Penanaman karakter tersebut dapat ditanamkan melalui kegiatan PEKAN KARAKTER di SMA Daar El Salam.

    Tujuan Kegiatan:

    • Penguatan karakter murid dalam mempersiapkan daya saing murid dengan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
    • Mendidik murid-siswi menjadi pelajar yang berkarakter dan berahlak mulia.
    • Menjadikan pelajar SMA Daar El Salam sebagai pelajar yang mampu memimpin di masa yang akan datang.
    • Menjadikan pelajar SMA Daar El Salam sebagai pelajar yang bijak dan produktif dalam kemajuan teknologi maupun bermedia sosial.

  • STUDY TOUR

    Karakter adalah perwujudan dari kebiasaan-kebiasaan berperilaku baik dalam keseharian yang meliputi watak terpuji, akhlak mulia, sikap mental dan budi pekerti yang luhur. Oleh karena itu penting bagi kita untuk membuat generasi muda memiliki karakter yang mampu memimpin di masa depan dengan ahlak yang mulia. Penanaman karakter tersebut dapat ditanamkan melalui kegiatan PEKAN KARAKTER di SMA Daar El Salam. Proses pembelajaran hendaknya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi menjelajahi dan memahami alam secara ilmiah. Proses tersebut dapat terlaksana sebagai kegiatan belajar mengajar secara langsung (tidak di dalam kelas) atau biasa disebut sebagai Study Tour. Study Tour merupakan kegiatan di luar kelas yang bertujuan untuk mempelajari proses yang sebenarnya terjadi secara langsung di lapangan.

    Study Tour diadakan karena kebutuhan murid untuk mendapatkan pengalaman secara langsung. Hal tersebut diadakan karena tidak mungkin menghadirkan setiap peristiwa ke dalam kelas untuk dipelajari dan diamati oleh peserta didik. Oleh karena itu, SMA Inklusi Daar El Salam bermaksud mengadakan Study Tour untuk seluruh peserta didik kelas X MIA Al-Biruni, XI MIA Al-Khawarizmi, dan XII MIA Al-Ghafiqi. Diharapkan kegiatan ini dapat memupuk rasa semangat dan ingin tahu murid dalam proses pembelajaran.


  • Smartren [Pekan Ramadhan]

    Pengertian SmartTren adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan pada bulan Ramadan, dalam rangka meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia di kalangan murid SMA, SMK, dan SLB serta menumbuhkan sikap dan nilai-nilai luhur kepesantrenan di lingkungan sekolah. Tema yang diambil adalah Milenial SmartTren Ramadan. Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan keagamaan yang dilakukan pada bulan Ramadan, secara luring atau daring bagi kaum milenial. Yaitu, murid SMA, SMK, dan SLB, dengan tujuan membentuk generasi beriman dan bertakwa ditandai dengan kecerdasan sikap, pengetahuan, keterampilan.

    Milenial adalah sebutan generasi yang ditandai oleh peningkatan penggunaan serta keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Sedangkan istilah SmartTren singkatan dari Smart Pesantren, yaitu kegiatan menuntut ilmu agama agar menjadi cerdas secara sikap, yakni berakhlak mulia. Secara pengetahuan, yaitu memahami agama secara keilmuan serta cerdas psikomotorik, yaitu terampil melakukan ibadah dengan baik dan benar.

Penentuan KKTP

  • Mengukur ketercapaian pembelajaran pada kurikulum merdeka menggunakan patokan kepada Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). KKTP harus dirumuskan oleh guru sejak awal penyusunan program pembelajaran guna membantu dan menjadi pedoman dalam melaksanakan assesment atau penilaian setiap tujuan pembelajaran (TP) dalam sebuah capaian pembelajaran (CP). Perumusan KKTP sangat dipengaruhi indikatorr tujuan pembelajaran (IKTP) yang disusun guru saat merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP).
  • Merumuskan KKTP memiliki beberapa perbedaan yang esensial bila dibandingkan dengan merumuskan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada kurikulum 2013. Kriteria Ketuntasan Mininal (KKM) pada kurikulum 2013 adalah patakoan untuk mengukur penguasaan kompetensi oleh murid terhadap setiap KD yang dipelajarinya. KKM dirumuskan oleh guru berdasarkan kepada tiga faktor yaitu inteks murid, kompleksitas materi dan daya dukung yang tersedia. Guru dalam merusmuskan KKM mulai dari KKM KD sampai pada KKM mata pelajaran. Rata-rata KKM KD menjadi KKM mata pelajaran, rata-rata KKM mata pelajaran menjadi KKM kelas dan rata-rata KKM kelas menjadi KKM satuan pendidikan. Pada kurikulum 2013 satuan pendidikan diberikan kewenangan untuk menetapkan KKM satuan pendidikan.
  • Fungsi KKM pada kurikulum 2013 adalah sebagai patokan untuk menentukan seorang murid mencapai ketuntasan belajaratau tidak Sementara pada kurikulum merdeka tidak lagi menggunakan kata ketuntasan melainkan yang digunakan akan adalah kata ketercapaian. Perpedaan penggunaan kata ketuntasan dan ketercapaian pada kedua kurikulum sesungguhnya mempunyai substansi yang berbeda.
  • Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalalah untuk melihat sejauh mana murid mencapai kompetensi pada tujuan pembelajaran yang yang berfungsi untuk merefleksikan proses pembelajaran. Kalau demikian diman letak perbedaanya antra KKTP dengan KKM. Secara sepintas kelihatannya sama namun kalau kita amati betul sesungguhnya berbeda. Ketercapaian Tujuan pembelajaran atau tercapai tidak tujuan pembelajaran oleh murid digunakan untuk sebagai bahan analisis dan tindak lanjut untuk memperbaiki pembelajaran berikutnya. Ketuntasan Minimal berupa indikator berbentuk angka tanpa adanya penjelasan atau deskripsi tentang perbedaan angka-angka tersebut.  Misalnya seorang murid memperoleh nilai 80 dari KKM 75, sementara murid lain memperoleh nilai 90 dari KKM 75. Sementara dalam KKTP ketercapaian pembelajaran dideskripsikan dapat menggambarakan perbedaan masing-masing tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Menggunakan skala atau interval.

Tracer Study

  • Tahun 2024
  • Tahun 2023

Layanan Pengaduan