SMP

Daar el-Salam

Regulasi Pendidikan inklusif

Regulasi Pendidikan Inklusif

Regulasi di atas menjadi landasan SMP Daar el-Salam dalam memenuhi hak belajar seluruh peserta didik, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus. Regulasi ini menegaskan bahwa sekolah inklusi merupakan bentuk mutakhir dari sekolah berkualitas.

Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif SMP DAAR EL SALAM

  • Konseptual

    Kurikulum yang digunakan oleh SMP Daar El Salam adalah kurikulum Nasional berbasis subject matter dan berpusat pada peserta didik yang diperkaya dengan society-based problem dan emerging technologies based. Proses pengayaan dilakukan pada Pendidikan Agama Islam melalui verifikasi dan validasi agar bersesuaian dengan landasan Al-Quran dan As-Sunnah yang menstimulasi penguatan aqidah, pembentukan akhlak, dan aktivitas keislaman.



    Kolaborasi seluruh sumber daya dioptimalkan agar mencapai fase kolaborasi tuntas (multi-inter-trans disipliner) sebagai keniscayaan sekolah inklusi. Karakteristik peserta didik dikenali melalui Compre-Asesmen baik pada dimensi akademik dan non-akademik guna merancang pembelajaran yang mengoptimalkan seluruh peserta didik dengan intervensi multi-tiers.


    Pembelajaran peserta didik mempertimbangkan preferensi, modalitas, dan needs berdasarkan asesmen, sekaligus memfasilitasi seluruh peserta didik yang memiliki diversitas dalam pembelajaran di kelas sebagai wujud pembelajaran berdiferensiasi yang dikembangkan di ruang-ruang kelas.


    Memastikan aksesibilitas belajar bagi seluruh peserta didik, termasuk PDBK melalui multi-ways pembelajaran, engagement peserta didik, dan cara peserta didik menunjukkan pemahamannya terhadap materi sebagai prinsip utama implementasi pembelajaran berbasis desain universal (PBDU).


    Diversitas peserta didik yang dilayani yaitu peserta didik tipikal, peserta didik gifted dan talented, serta disabilitas dengan klasifikasi Autism, Deaf-blindness, Deafness, Developmental delay (DD), Emotional disturbance (ED), Hearing impairment, Intellectual disability, Multiple disabilities (MDS), Orthopedic impairment, Other health impairment (OHI), Specific learning disability (SLD), Speech or language impairment, Traumatic brain injury (TBI), Visual impairment, including blindness.


    Desain pembelajaran akseleratif yang dibutuhkan masa kini dan mendatang berupa kelas tahfizh, bilingual, responsi, hybrid, blended, flipped learning, learning skills, bimbingan konseling, dan metakognitif yang memacu motivasi berprestasi, literasi, dan kemandirian belajar. Minat, bakat, dan kreativitas dikembangkan melalui ekstrakurikuler variatif, field trip, class meeting, outbond, dan leadership training.


    Program kelas tahfizh diperuntukkan mencetak generasi hafizh yang memiliki kemampuan akademis tinggi sebagai cikal bakal pembaharu Islam. Peserta didik hapal al-Qur’an sebanyak 5 (lima) juz, up to 15 – 30 juz bagi peserta didik berbakat disertai persyaratan khusus. Akselerasi target dan validasi hapalan melalui munaqosyah dan tahfizh-camp.


    Program kelas bilingual menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya Cambridge Pathway untuk bahasa Inggris dan Marshall Cavendish untuk mata pelajaran lainnya. Akselerasi target melalui english/arabic hours, vocabulary enrichment, english and arabic-camp, native, students show, dan field trip.

  • Human Capital

    Human capital yang menunjang pembelajaran bermutu untuk peserta didik yang memiliki diversitas, memiliki latar belakang sarjana dan pascasarajana Pendidikan (S2-S3). Bidang keahlian yang dimiliki meliputi: Hafizh Qur’an, guru profesional, pedagogi inklusif, psikologi, teknologi asistif, Hybrid, Blended, Flipped Learning Support, Asesment akademik dan non akademik, intervensi educational dan intervensi non educational, dan medical treatment. Memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam penyelenggaraan Pendidikan inklusif/berkualitas.

  • Resources
    • Special Needs Care (SNC), unit pendukung (supporting) untuk tersedianya pelayanan multi-tiers dalam asesmen maupun intervensi untuk seluruh peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK), pendidik terdiri dari : psikolog, terapis, dan paraeducator.
    • Student Health Care (SHC) berfungsi untuk memberikan layanan medis (medical treatment) kepada seluruh peserta didik, berupa: penyuluhan hidup sehat, pemeriksaan Kesehatan, dan perawatan gigi dan gusi, serta menyediakan konsultasi psikologi untuk keluarga dan kesehatan mental peserta didik.
    • Internet High Speed
    • LMS (Hybrid, Blended, Flipped Learning Support). Penyediaan layanan LMS untuk mendukung pembelajaran daring agar tetap optimal dalam seting kelas maupun luar kelas.
    • Perpustakaan offline dan online
      Koleksi 17 ribu buku dengan beragam klasifikasi bidang keilmuan untuk meningkatkan daya literasi pendidik dan peserta didik dan tersedia pula beragam buku digital untuk memperkaya literatur peserta didik dan pendidik.
    • Laboratorium dan virtual Lab
      Laboratorium komputer, Bahasa, Sains, serta virtual lab digunakan untuk menciptakan budaya riset dan melatih keterampilan sains seluruh peserta didik.
    • Kelas Multimedia
    • Sistem informasi sekolah berbasis digital (e-SIM)
    • Lapangan dan area kreativitas