Blog
Urgensi Orangtua untuk Memiliki Kemampuan Menelisik PMB yang Baik di Sekolah
- 30 Oktober 2026
- Posted by: Dr. Ir. H. Rafiudin Nurdin, M.Pd
Bagi sebagian orang tua, Penerimaan Murid Baru (PMB) mungkin hanya dipahami sebagai urusan administratif: mengisi formulir, melengkapi dokumen, membayar biaya pendidikan, lalu menunggu anak diterima. Padahal, PMB yang berkualitas merupakan pintu masuk untuk mengenali potensi, kebutuhan, dan karakteristik anak sebagai dasar penyelenggaraan pembelajaran yang bertujuan dan berdampak. Karena itu, orang tua perlu menelisik lebih dalam: apakah sekolah sekadar menerima murid dengan hanya menyediakan PMB seremonial/formalitas atau sungguh-sungguh mempersiapkan layanan pendidikan yang matang bagi semua murid? Di Daar El Salam, PMB dikonstruksikan sebagai langkah awal untuk membangun keselarasan antara profil murid, harapan orang tua, dan rancangan layanan sekolah. Orang tua dapat menelisiknya melalui sejumlah indikator:
- adanya komunikasi dua arah dan keterbukaan informasi tentang program, biaya, kurikulum, serta layanan sekolah;
- pengenalan kemampuan awal, minat, potensi, karakteristik, dan kebutuhan belajar anak;
- pelibatan orang tua dalam menyampaikan informasi penting tentang perkembangan dan pengalaman belajar anak;
- tersedianya mekanisme identifikasi kebutuhan dukungan, termasuk akomodasi yang layak bagi murid yang memerlukannya; dan
- adanya penjelasan tentang bagaimana informasi PMB digunakan untuk merencanakan pembelajaran dan pembimbingan.
Kualitas PMB baru menemukan maknanya bila sekolah mampu menghubungkan konstruksi PMB dengan proses belajar dan prestasi murid. hasil pengenalan awal benar-benar terhubung dengan proses pembelajaran dan pemantauan perkembangan murid. PMB menjadi signifikan mendukung pembelajaran menggerakkan pertumbuhan, dan prestasi murid. Sekolah berkualitas bukan hanya sekolah yang berhasil mengantarkan sebagian murid menjadi juara, melainkan sekolah yang memiliki sistem untuk membantu semua murid berkembang sesuai potensinya. Karena itu, orang tua jangan hanya terpukau oleh gedung, fasilitas, atau reputasi sekolah. Tanyakan bagaimana sekolah mempromosikan aset-aset pendidikannya dalam mengenali anak, menggunakan hasil pengenalan tersebut, membimbing proses belajarnya, dan membuktikan kemajuannya. Sebab, kualitas pendidikan tidak cukup dinilai dari siapa yang diterima atau siapa yang menjadi juara, tetapi dari seberapa baik sekolah mengubah kesempatan belajar menjadi pertumbuhan nyata bagi setiap murid.